™-uwoNq-cIkadaP™

™-uwoNq-cIkadaP™
Get Gifs at CodemySpace.com

Rabu, 01 Juni 2011

grafitasi alam / bumi

Asteroid berukuran 5-10 meter melintasi bumi dan berada di atas Indonesia pada Rabu kemarin. Asteroid 2010 TD 54 tersebut pertama kali terdeteksi oleh Lab Observatorium Kitt Peak National Solar di Arizona pada hari Minggu silam,
tulis NASA Asteroid Watch melalui akun Twitternya. Dengan kecepatan 63 ribu kilometer per jam, seorang astronom amatir Patrick Wiggins asal AS berhasil merekam lintasan asteroid yang tampak seperti garis putih.
Sebuah asteroid yang berukuran lebih besar dari bus tingkat meluncur ke arah bumi. Namun, menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), asteroid ini tidak akan menghantam bumi.

Batu raksasa selebar enam meter itu sampai di atmosfer bumi, Selasa (12/10) waktu Inggris. Meski bisa memperkirakan kedatangannya, para astronom tidak yakin asteroid meluncur ke arah mana.

Para ahli menamai asteroid 2010 TD54. Mereka yakin asteroid tidak akan masuk ke atmosfer, bahkan benda itu akan terbakar sebelum melewati bumi.

Pengamat asteroid dari NASA mengatakan dalam Twitternya, batu luar angkasa akan terbakar di atmosfer dan tidak akan berbahaya bagi bumi.

Emily Baldwin, editor Astronomy Now, yang juga ahli astronomi mengatakan, asteroid ini tidak akan menghantam bumi. "Tapi ini mengingatkan bahwa bumi berada di tengah kosmik yang penuh dengan benda angkasa dan kita perlu terus mengamati asteroid yang bakal datang," ujarnya.

Ancaman asteroid tidak bisa dianggap remeh. Sebelumnya, NASA mengatakan sebuah asteroid berukuran raksasa kemungkinan menghantam bumi tahun 2182. Asteroid bernama RQ36 yang memiliki kekuatan ledakan 100 bom nuklir itu bisa menghancurkan bumi.

NASA secara resmi mengklasifikasikan RQ36 sebagai 'asteroid berbahaya' yang jaraknya sekitar 280 ribu mil dari Bumi.
Clark Chapman, seorang ilmuwan keplanetan di Southwest Research Institute di Boulder,Colorado, mengatakan dampak dari RQ36 akan menyebabkan ledakan bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar